MODERASI BERAGAMA DI SEKOLAH DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
DOI:
https://doi.org/10.9999/jeldev.v1i1.1Abstract
Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menyatakan bahwa sikap moderasi beragama menjadi formula ampuh dalam merespons dinamika zaman di tengah maraknya intoleransi, ektremisme dan fanatisme berlebihan yang bisa mencabik kerukunan umat beragama di Indonesia (https://www.republika.co.id). Hasil kajian Kementerian Agama menyebutkan bahwa maraknya intoleransi disebabkan oleh pengamalan ajaran agama baru sebatas penekanan formalitas, belum menyentuh nilai-nilai esensial. Di antara nilai esensial itu misalnya agama tidak semata untuk Tuhan, namun juga untuk manusia itu sendiri. Bahwa Tuhan menurunkan agama melalui Nabi adalah untuk menjaga harkat dan martabat manusia yang harus kita lindungi sesuai dengan konteks kemanusaian (https://edukasi.kompas.com)